Toko Roti

Landing Page Toko Roti & Bakery

Keranjang pesanan yang berakhir jadi satu pesan WhatsApp untuk diambil besok pagi, fermentasi delapan belas jam dijelaskan, dan sisa sore dijual setengah harga.

Pratinjau sudah dapat dibuka

Contoh ini bisa Anda buka dan coba langsung, bukan gambar mati. Buka dari ponsel untuk melihat bagaimana tampilannya di layar kecil.

Buka Contoh Ini
Yang Menentukan

Yang membuat orang memesan roti sehari sebelumnya

Roti bisa dibeli di minimarket kapan saja dengan harga sepertiga. Toko roti rumahan yang tidak menjelaskan bedanya sedang meminta pembeli membayar tiga kali lipat, sehari lebih awal, untuk barang yang di foto terlihat sama.

1

Kekurangan disebut lebih dulu, dan diubah jadi bukti

Roti tanpa pengawet memang keras di hari ketiga. Menuliskannya sendiri jauh lebih kuat daripada menunggu pembeli mengeluhkannya, karena kalimat itu sekaligus membuktikan tidak ada pelembut roti di dalamnya — hal yang tidak bisa dibuktikan dengan cara lain.

2

Cara pesan yang menjelaskan kenapa harus H-1

Pembeli menganggap pesan sehari sebelumnya sebagai kerepotan sampai mereka tahu alasannya. Sekali dijelaskan bahwa adonannya dibuat malam itu juga dan difermentasi semalaman, syarat itu berubah jadi tanda bahwa rotinya memang tidak diambil dari stok.

3

Daftar roti yang bisa dipesan langsung dari halaman

Toko roti kecil kehilangan pesanan bukan karena harganya, tapi karena pembeli harus mengetik satu per satu di WhatsApp. Keranjang yang menyusun pesanan jadi satu pesan siap kirim menghapus hambatan terbesarnya.

4

Bahan yang disebut namanya, bukan sifatnya

"Bahan premium" tidak berarti apa-apa; "mentega asli, bukan margarin" berarti banyak dan bisa dicium sendiri oleh pembeli saat rotinya sampai. Sebut yang benar-benar Anda pakai, dan sebut juga kalau ada yang diganti karena stok kosong.

Isi Contohnya

Yang ada di dalam contoh ini

Bukan gambar mati. Semua yang tertulis di bawah bisa Anda buka, tekan, dan coba sendiri dari ponsel — termasuk tombol WhatsApp-nya.

Buka Contohnya
  • Daftar roti dan pastry lengkap dengan harga per buah atau per loyang
  • Keranjang pesanan yang tersusun jadi satu pesan WhatsApp
  • Penjelasan fermentasi dan kenapa rotinya keras di hari ketiga
  • Alur pemesanan H-1 beserta batas jam dan jam pengambilan
  • Ketentuan pesanan besar untuk acara beserta tenggat waktunya
  • Pilihan roti tanpa telur dan tanpa susu, disebutkan apa adanya
  • Ketentuan antar beserta radius dan batas belanja gratis ongkir
Tanya Jawab

Yang biasanya ditanyakan pemilik toko roti

Pertanyaan di bawah ini yang paling sering masuk lewat WhatsApp sebelum orang memutuskan. Jawabannya apa adanya, termasuk ketika jawabannya “tidak bisa”.

Saya jual roti manis biasa, bukan sourdough. Apa masih bisa dibedakan?
Bisa, dan bedanya tidak harus soal teknik. Roti manis yang dipanggang pagi itu juga, isi yang dibuat sendiri bukan selai kalengan, atau ukuran yang lebih besar dari toko lain semuanya bisa dituliskan dan diperiksa pembeli. Yang tidak bisa dituliskan adalah kata "enak" — itu bunyinya sama dari semua toko roti.
Kalau saya tulis rotinya cepat keras, bukankah orang jadi tidak mau beli?
Yang tidak jadi beli karena kalimat itu memang bukan pembeli yang cocok — mereka mencari roti tahan seminggu dan akan kecewa apa pun yang Anda tulis. Yang tersisa adalah pembeli yang justru mencari roti tanpa pengawet, dan bagi mereka kalimat itu adalah alasan membeli, bukan alasan menolak.
Perlu memajang foto dapur dan proses?
Perlu satu atau dua, terutama foto tangan yang sedang mengerjakan adonan. Foto proses adalah satu-satunya cara membuktikan roti itu memang dibuat di tempat Anda dan bukan dikulak dari pabrik — dan pembeli roti rumahan memang mencari bukti itu.
Bagaimana dengan roti yang tidak terjual?
Tuliskan apa yang Anda lakukan dengannya. Toko yang menyebutkan sisa hari itu dijual setengah harga sore hari, atau dibagikan, terbaca jauh lebih dapat dipercaya daripada yang diam — karena pembaca tahu roti selalu ada sisanya, dan diam membuat mereka menduga sisanya dijual lagi besok dengan harga penuh.
Mulai Sekarang

Konsultasi gratis, tanpa biaya apa pun

Ceritakan bisnis Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menilai apakah website memang solusi yang Anda butuhkan saat ini — bila belum, kami akan menyampaikannya dengan jujur.