Travel Umrah

Landing Page Travel Umrah & Haji

Tiga paket dengan pembeda yang jelas, jadwal keberangkatan beserta sisa kursinya, daftar berkas, dan alur dari bertanya sampai pulang.

Pratinjau sudah dapat dibuka

Contoh ini bisa Anda buka dan coba langsung, bukan gambar mati. Buka dari ponsel untuk melihat bagaimana tampilannya di layar kecil.

Buka Contoh Ini
Yang Menentukan

Yang membuat jemaah berani menyerahkan uangnya

Umrah adalah pembelian bernilai puluhan juta yang dilakukan sekali seumur hidup oleh kebanyakan orang, dan kabar tentang travel yang gagal memberangkatkan jemaah masih segar di ingatan. Halaman yang hanya memajang harga paket dan foto Ka'bah tidak menyentuh kekhawatiran yang sebenarnya.

1

Nomor izin dicantumkan dan pembaca diminta mengeceknya

Menuliskan nomor PPIU atau PIHK saja belum cukup; yang menguatkan adalah mendorong calon jemaah mencocokkannya sendiri di situs Kementerian Agama. Travel yang tidak resmi tidak akan pernah menulis kalimat seperti itu, dan pembaca menangkap bedanya.

2

Rincian biaya dibuka per pos, bukan satu angka gelondongan

Selisih harga antar travel hampir selalu ada di jarak hotel dan jenis penerbangan. Membuka rinciannya membuat calon jemaah bisa membandingkan dengan adil — dan travel yang berani dibandingkan terbaca lebih kuat daripada yang menghindarinya.

3

Ke mana uang disetorkan disebutkan terus terang

"Setoran masuk ke rekening perusahaan, bukan rekening pribadi, disertai kuitansi bermaterai" adalah kalimat yang langsung dipahami maksudnya oleh siapa pun yang pernah mendengar kasus penipuan. Ini pembeda yang tidak memerlukan biaya apa pun untuk dituliskan.

4

Yang tidak bisa dijanjikan dinyatakan tidak bisa dijanjikan

Antrean haji khusus ditetapkan pemerintah dan berubah tiap tahun. Menolak menyebut angka pasti, lalu menjelaskan kenapa, membuat semua janji lain di halaman itu jadi lebih dipercaya — termasuk yang memang bisa Anda penuhi.

Isi Contohnya

Yang ada di dalam contoh ini

Bukan gambar mati. Semua yang tertulis di bawah bisa Anda buka, tekan, dan coba sendiri dari ponsel — termasuk tombol WhatsApp-nya.

Buka Contohnya
  • Tiga paket dengan pembeda yang disebutkan terbuka
  • Jadwal keberangkatan lengkap dengan sisa kursi
  • Daftar berkas yang perlu disiapkan jemaah
  • Alur enam tahap dari bertanya sampai pulang
  • Keterangan pembimbing dan jumlah jemaah yang didampingi
  • Tanya jawab soal izin, pembatalan, dan jemaah lanjut usia
  • Tombol WhatsApp untuk meminta rincian biaya
Tanya Jawab

Yang biasanya ditanyakan pemilik travel umrah dan haji

Pertanyaan di bawah ini yang paling sering masuk lewat WhatsApp sebelum orang memutuskan. Jawabannya apa adanya, termasuk ketika jawabannya “tidak bisa”.

Saya agen, bukan penyelenggara berizin
Tulis itu apa adanya beserta nama penyelenggara yang Anda wakili dan nomor izinnya. Menyamarkannya adalah risiko hukum sekaligus risiko kepercayaan, sementara menyebutkannya terus terang justru menempatkan Anda sebagai perantara yang bisa dihubungi di kota sendiri.
Harga paket saya berubah ikut kurs dan tiket
Cantumkan angkanya dengan tanggal berlaku, lalu sebutkan bahwa harga dikunci setelah setoran awal. Calon jemaah tidak keberatan harga bergerak — yang mereka perlukan adalah tahu kapan angkanya berhenti bergerak untuk mereka.
Foto yang saya punya cuma foto rombongan sebelumnya
Itu justru foto yang paling berguna, asalkan Anda punya izin dari orang-orang di dalamnya. Foto rombongan asli lebih meyakinkan daripada foto Masjidil Haram dari internet yang bisa dipakai siapa saja.
Bagaimana menuliskan pembatalan tanpa menakuti calon jemaah?
Tulis apa adanya, tapi jelaskan sebabnya: biaya yang tidak bisa kembali adalah yang sudah terbayar ke maskapai dan kedutaan, bukan yang Anda tahan. Penjelasan sebab mengubah ketentuan pembatalan dari terasa merugikan menjadi terasa masuk akal.
Mulai Sekarang

Konsultasi gratis, tanpa biaya apa pun

Ceritakan bisnis Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menilai apakah website memang solusi yang Anda butuhkan saat ini — bila belum, kami akan menyampaikannya dengan jujur.