Toko Pertanian

Landing Page Toko Pertanian

Harga pupuk dan benih yang diperbarui tiap pagi lengkap dengan yang sedang kosong, jangkauan antar ke lahan, dan bantuan menghitung kebutuhan.

Pratinjau sudah dapat dibuka

Contoh ini bisa Anda buka dan coba langsung, bukan gambar mati. Buka dari ponsel untuk melihat bagaimana tampilannya di layar kecil.

Buka Contoh Ini
Yang Menentukan

Yang membuat petani datang ke toko Anda

Petani dan pekebun membeli dengan pertimbangan yang berbeda dari pembeli eceran biasa: salah beli berarti satu musim tanam terbuang, bukan sekadar uang. Halaman yang hanya memajang daftar barang tanpa menunjukkan bahwa Anda paham tanamannya tidak akan dipercaya.

1

Harga barang pokok diperbarui dan yang kosong disebutkan

Harga pupuk bergerak mengikuti pasokan, dan yang paling menjengkelkan pembeli adalah datang lalu barangnya habis. Daftar yang menyebutkan barang kosong beserta perkiraan masuknya justru menambah kepercayaan, karena menunjukkan daftarnya memang dirawat.

2

Benih disebutkan bersertifikat dan berlabel

Benih tanpa label tidak bisa ditelusuri kalau gagal tumbuh, dan petani yang pernah mengalaminya tidak akan mengulanginya. Menyebutkan label, nomor lot, dan masa berlaku adalah pembeda yang langsung dimengerti oleh pembeli yang serius.

3

Ada tawaran menghitung kebutuhan, bukan sekadar menjual

Menawarkan hitungan dosis untuk luas lahan tertentu memindahkan hubungan dari jual beli menjadi konsultasi. Ini juga alasan paling wajar bagi calon pembeli untuk mengirim pesan pertama, karena bertanya terasa lebih ringan daripada memesan.

4

Batas antar sampai ke lahan ditulis jelas

Sak pupuk lima puluh kilo tidak mungkin dibawa sendiri dari jalan besar. Menyebutkan batas belanja untuk antar gratis beserta daftar kecamatannya menghapus perhitungan diam-diam yang biasanya berakhir dengan pembeli memilih toko yang lebih dekat.

Isi Contohnya

Yang ada di dalam contoh ini

Bukan gambar mati. Semua yang tertulis di bawah bisa Anda buka, tekan, dan coba sendiri dari ponsel — termasuk tombol WhatsApp-nya.

Buka Contohnya
  • Harga pupuk dan benih yang diperbarui tiap pagi
  • Keterangan barang yang sedang kosong dan kapan masuk
  • Kategori dari benih sampai alat dan sewa mesin
  • Daftar kecamatan untuk antar gratis ke lahan
  • Tawaran menghitung kebutuhan berdasarkan luas lahan
  • Tanya jawab soal pupuk subsidi dan jaminan daya tumbuh
  • Tombol WhatsApp untuk menanyakan stok hari ini
Tanya Jawab

Yang biasanya ditanyakan pemilik toko pertanian

Pertanyaan di bawah ini yang paling sering masuk lewat WhatsApp sebelum orang memutuskan. Jawabannya apa adanya, termasuk ketika jawabannya “tidak bisa”.

Saya tidak menjual pupuk subsidi, apa perlu disebut?
Perlu, dan sebaiknya di bagian tanya jawab. Banyak pembeli datang khusus mencarinya, dan menyebutkan terus terang bahwa Anda kios non-subsidi menghemat waktu dua belah pihak. Menunjukkan di mana kios penyalurnya justru membuat Anda diingat sebagai toko yang jujur.
Harga saya berubah hampir tiap minggu
Tulis tanggal atau jam pembaruan di sebelah daftar harganya. Pembeli tidak keberatan harga berubah — yang membuat kesal adalah datang dengan angka yang ternyata sudah tidak berlaku. Satu baris "diperbarui pukul tujuh pagi" menyelesaikan itu.
Pembeli saya kebanyakan tidak membuka internet
Sebagian besar tetap memakai WhatsApp, dan itu tujuan halaman ini — bukan menggantikan toko, melainkan menjadi tempat yang bisa Anda kirimkan tautannya waktu ada yang bertanya harga. Satu tautan lebih cepat daripada mengetik ulang daftar harga tiap hari.
Saya juga melayani kelompok tani
Buat satu bagian khusus untuk itu, karena cara membelinya berbeda: jumlah besar, jadwal bersama, dan pembayaran yang perlu dibicarakan. Menyebutkannya di halaman membuat pengurus kelompok tahu Anda terbiasa melayani mereka, dan itu pesanan yang nilainya jauh lebih besar.
Mulai Sekarang

Konsultasi gratis, tanpa biaya apa pun

Ceritakan bisnis Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menilai apakah website memang solusi yang Anda butuhkan saat ini — bila belum, kami akan menyampaikannya dengan jujur.