Enam hal: tujuan halaman, teks tentang usaha Anda, foto asli, daftar harga, informasi kontak beserta jam buka, dan akses domain kalau sudah punya. Kalau keenamnya siap, halaman satu halaman bisa selesai dalam 1–3 hari kerja. Kalau belum, yang menahan biasanya foto dan teks — dan penundaannya bisa berminggu-minggu.
Kabar baiknya: tidak perlu sempurna. Foto ponsel yang terang sudah cukup, dan teks bisa Anda kirim dalam bentuk poin-poin apa adanya.
1Satu tujuan, bukan lima
Ini yang paling menentukan hasil dan paling sering dilewati. Sebelum apa pun, tentukan satu tindakan yang Anda ingin pengunjung lakukan.
- Mengirim pesan WhatsApp berisi keluhan atau pesanan?
- Menelepon karena keadaannya mendesak?
- Datang ke tempat Anda?
- Mengisi data untuk dihubungi kemudian?
Halaman yang menawarkan empat pilihan sekaligus membuat orang tidak memilih apa pun. Pilih satu yang paling menghasilkan untuk usaha Anda, dan sisanya jadi pelengkap.
Untuk hampir semua UMKM Indonesia, jawabannya WhatsApp — dan itu sebabnya semua contoh di galeri PorsLabs berujung di sana, dengan pesan yang sudah terisi otomatis supaya pengunjung tidak perlu mengetik dari nol.
2Teks: kirim poin, jangan tunggu kalimat sempurna
Banyak proyek tertahan karena pemilik usaha merasa harus menulis dengan bahasa promosi yang bagus. Justru sebaliknya: tulisan apa adanya lebih mudah dipakai daripada kalimat iklan yang harus dibongkar ulang.
Yang saya butuhkan, dalam bentuk poin saja
- Nama usaha, dan bagaimana Anda ingin disebut.
- Apa yang dikerjakan, dalam satu kalimat sehari-hari.
- Layanan atau produk utama, tiga sampai delapan butir.
- Apa yang membedakan Anda — tulis yang benar-benar beda, bukan “pelayanan ramah”.
- Pertanyaan yang paling sering ditanyakan pelanggan, beserta jawaban Anda.
- Wilayah yang dilayani, atau alamat kalau ada tempatnya.
3Foto: ponsel sudah cukup, asal terang
Foto asli hampir selalu mengalahkan foto stok, karena calon pelanggan sedang menilai tempat dan hasil kerja Anda yang sebenarnya. Yang membuat foto ponsel terlihat buruk hampir selalu cahaya, bukan kameranya.
Lima aturan sederhana
- Siang hari, dekat jendela, lampu ruangan dimatikan. Campuran cahaya matahari dan lampu membuat warna jadi aneh.
- Bersihkan dan rapikan dulu. Terdengar sepele, tapi ini yang paling menentukan kesan foto tempat usaha.
- Ambil dari sudut ruangan supaya tempat terlihat lebih lapang.
- Beberapa foto per objek, dari jarak berbeda. Satu utuh, satu dekat.
- Jangan pakai penapis warna. Foto yang terlalu diolah menimbulkan curiga, dan pelanggan akan membandingkannya dengan kenyataan.
Berapa banyak? Untuk satu halaman, delapan sampai lima belas foto sudah cukup: tempat usaha, proses kerja, hasil, dan orangnya kalau bersedia.
Kalau memang belum ada, halaman tetap bisa tayang dengan foto berlisensi bebas yang saya pilihkan, lalu diganti setelah Anda sempat memotret. Yang tidak saya lakukan: mengambil foto dari Google atau dari akun usaha lain — risiko tagihan hak ciptanya jatuh ke Anda, bukan ke saya.
4Harga: sebutkan, meski cuma kisarannya
Ini keputusan yang paling sering diperdebatkan, jadi saya sampaikan pendapat saya terus terang: di hampir semua bidang, mencantumkan harga menghasilkan lebih banyak pesanan berkualitas, bukan lebih sedikit.
Alasannya sederhana. Orang yang tidak menemukan harga akan menganggapnya mahal, lalu pergi tanpa bertanya. Yang bertanya pun sebagian besar berhenti setelah mendengar angkanya — dan waktu Anda sudah terpakai.
Kalau harga Anda memang tidak tetap
- Sebutkan harga mulai dari beserta apa yang termasuk di angka itu.
- Atau tampilkan kisaran untuk tiga tingkat pekerjaan.
- Atau berikan contoh perhitungan satu kasus yang paling umum — ini yang paling menenangkan pembaca.
Yang perlu dihindari cuma satu: menulis “harga bersaing”. Itu tidak berarti apa-apa dan tidak dipercaya siapa pun.
5Kontak, jam buka, dan akses domain
Bagian terakhir ini cepat, tapi kalau terlewat bisa menahan seluruh pekerjaan di hari terakhir.
- Nomor WhatsApp yang benar-benar dibaca. Kalau ada dua nomor, tentukan mana yang dipasang di halaman.
- Jam buka per hari, termasuk hari libur. Pastikan sama persis dengan yang tertulis di Google Business Profile Anda — keduanya dibaca orang yang sama.
- Alamat kalau ada tempatnya, beserta tautan peta.
- Email yang aktif, untuk pendaftaran domain dan pemberitahuan perpanjangan.
- Akses domain kalau sudah punya. Cukup akses ke pengaturan DNS-nya. Kalau dipegang orang lain dan sulit dihubungi, sebutkan sejak awal supaya bisa direncanakan.
- Akun media sosial yang ingin ditautkan — dan hanya yang masih Anda urus. Menautkan akun yang terakhir diperbarui dua tahun lalu justru merugikan.