Biaya Tahunan

Biaya domain dan hosting setiap tahun

Ini biaya yang paling sering mengejutkan pemilik usaha di tahun kedua, bukan karena besar, melainkan karena tidak pernah disebutkan di awal. Berikut angkanya, beserta hal yang jauh lebih penting daripada angka itu: atas nama siapa domain Anda terdaftar.

Ditulis oleh Porscy, PorsLabs Terbit 8 menit baca

Jawaban singkatnya

Untuk website usaha kecil, siapkan Rp300.000 sampai Rp1.500.000 per tahun. Rinciannya: domain .com sekitar Rp150.000–250.000 per tahun saat perpanjangan, dan hosting bersama Rp150.000–1.200.000 per tahun tergantung penyedia dan kapasitas. Sertifikat SSL yang membuat gembok muncul di peramban gratis — jangan mau ditagih untuk itu di paket biasa.

Yang lebih menentukan daripada harganya: domain harus terdaftar atas nama dan email Anda sendiri. Kalau tidak, secara hukum Anda menyewa alamat, bukan memilikinya.

1Rincian biaya tahunan yang wajar

Angka berikut adalah kisaran harga perpanjangan di penyedia Indonesia pada 2026 — bukan harga promo tahun pertama, karena justru harga perpanjangan itulah yang akan Anda bayar berulang kali.

KomponenKisaran per tahunCatatan
Domain .comRp150rb – 250rbHarga perpanjangan, bukan promo tahun pertama
Domain .idRp200rb – 350rbButuh berkas identitas saat mendaftar
Domain .co.idRp250rb – 400rbWajib melampirkan akta dan NPWP badan usaha
Hosting bersamaRp150rb – 1,2jtCukup untuk halaman UMKM sampai puluhan ribu kunjungan sebulan
SSLRp0Let’s Encrypt, gratis dan diperbarui otomatis
Email dengan domain sendiriRp0 – 600rbSebagian hosting sudah menyertakannya

Tiga skenario yang biasa saya lihat:

  • Paling hemat — sekitar Rp300rb/tahun. Domain .com plus hosting bersama paket terkecil. Cukup untuk satu halaman statis.
  • Menengah — sekitar Rp700rb/tahun. Hosting dengan kapasitas lebih besar dan pencadangan otomatis. Cocok untuk WordPress.
  • Lebih tenang — sekitar Rp1,5jt/tahun. Hosting yang lebih cepat, ditambah layanan yang memantau dan memperbaiki kalau situs mati.

2Kenapa tahun kedua lebih mahal

Bukan karena ada yang menaikkan harga diam-diam. Penyedia domain dan hosting di seluruh dunia memakai pola yang sama: harga tahun pertama adalah harga perkenalan. Domain yang dijual Rp99.000 di tahun pertama memang berharga Rp200.000-an saat diperpanjang, dan itu harga normalnya.

Yang bermasalah bukan polanya, melainkan ketika pola itu tidak disebutkan saat Anda memutuskan. Karena itu satu pertanyaan ini layak diajukan ke siapa pun yang menawarkan pembuatan website:

“Tahun depan saya harus membayar berapa, dan untuk apa saja?” Jawaban yang jelas dan berupa angka adalah tanda baik. Jawaban “nanti kita bicarakan” adalah tanda Anda perlu bertanya lebih jauh.

Di PorsLabs angkanya Rp450.000 per tahun untuk paket Landing Cepat, sudah mencakup perpanjangan domain, hosting, SSL, pencadangan, pemantauan, dan perubahan kecil. Boleh tidak diperpanjang — domainnya tetap milik Anda, karena sejak awal terdaftar atas nama Anda.

3Atas nama siapa domain didaftarkan

Ini bagian terpenting di seluruh panduan ini, dan yang paling sering diabaikan sampai terlambat.

Domain punya pemilik yang tercatat, namanya registrant. Kalau yang tercatat adalah nama dan email pembuat website Anda, maka secara administratif dialah pemilik alamat itu, bukan Anda. Selama hubungan baik, tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah ketika Anda ingin pindah penyedia, atau ketika orangnya tidak bisa dihubungi lagi.

Yang saya lihat terjadi

  • Pemilik usaha ingin pindah, lalu diminta biaya besar untuk “pemindahan domain”.
  • Pembuat website berhenti membalas pesan, dan domain habis masa berlakunya tanpa ada yang bisa memperpanjang.
  • Usaha sudah dikenal dengan alamat itu selama tiga tahun, lalu harus pindah alamat dan kehilangan seluruh riwayat pencariannya di Google.

Cara memeriksanya sendiri

Buka layanan pencarian WHOIS mana pun, masukkan nama domain Anda, dan lihat email yang tercatat. Kalau bukan email Anda, mintalah dipindahkan sekarang selagi hubungannya masih baik. Permintaan ini wajar dan tidak perlu sungkan — penyedia yang bekerja dengan benar akan menganggapnya biasa.

4Kalau telat memperpanjang

Domain tidak langsung hilang saat lewat tanggal, tapi tahapannya perlu Anda ketahui karena biayanya melonjak di tahap terakhir.

  1. Hari 1–30 setelah kedaluwarsa. Situs biasanya sudah mati, tapi domain masih bisa diperpanjang dengan harga normal. Ini masa yang paling penting untuk tidak dilewatkan.
  2. Sekitar hari 30–60 (masa penebusan). Masih bisa diambil kembali, tapi ada biaya penebusan yang jauh lebih mahal daripada perpanjangan biasa — sering di kisaran jutaan rupiah.
  3. Setelah itu. Domain dilepas ke publik dan siapa pun boleh mendaftarkannya. Untuk nama usaha yang sudah dikenal, ini kerugian yang tidak bisa dihitung dengan uang.
Pencegahan yang paling murah: pastikan email pengingat perpanjangan masuk ke email yang Anda buka setiap hari, dan pasang pengingat sendiri di kalender dua minggu sebelum tanggalnya. Jangan bergantung pada satu email dari penyedia yang mungkin masuk ke folder promosi.

5Memilih hosting tanpa terjebak kata “unlimited”

Hampir semua hosting bersama menuliskan “unlimited bandwidth” atau “unlimited storage”. Itu bukan kebohongan, tapi juga bukan informasi — batas sebenarnya ada di tempat lain, di bagian yang jarang dibaca.

Yang benar-benar menentukan

  • Batas inode atau jumlah berkas. Ini batas nyata yang lebih dulu tercapai daripada ukuran penyimpanan.
  • Batas penggunaan CPU dan memori. Menentukan situs Anda tetap hidup atau tidak saat pengunjung datang bersamaan — misalnya setelah unggahan Anda dibagikan banyak orang.
  • Letak servernya. Server di Singapura atau Indonesia terasa lebih cepat untuk pengunjung Indonesia dibanding server di Amerika.
  • Pencadangan otomatis. Ada, seberapa sering, dan apakah Anda bisa memulihkannya sendiri tanpa membayar.
  • Cara menghubungi bantuan. Obrolan langsung yang dijawab manusia jauh lebih berharga daripada tambahan kapasitas.

Untuk halaman statis satu halaman, hampir semua paket termurah sudah lebih dari cukup. Kelebihan kapasitas yang tidak terpakai bukan investasi — itu cuma biaya.

Pertanyaan yang sering menyusul

Kalau saya sudah punya domain, bisa dipakai?
Bisa, dan itu justru menghemat. Yang saya butuhkan hanya akses ke pengaturan DNS-nya. Kalau akses itu dipegang orang lain, sebaiknya diurus pemindahannya lebih dulu — saya bisa menjelaskan langkahnya.
Lebih baik .com atau .id?
Untuk usaha yang pelanggannya orang Indonesia, keduanya sama-sama baik dan tidak berpengaruh pada peringkat. .id terasa lebih lokal tapi mensyaratkan berkas identitas; .com lebih mudah didaftarkan dan lebih dikenal orang. Kalau ragu, ambil .com.
Apakah SSL memang gratis?
Ya. Let's Encrypt menyediakannya gratis dan hampir semua hosting sudah memasangnya otomatis. Sertifikat berbayar hanya masuk akal untuk kebutuhan khusus seperti toko daring besar dengan jaminan tertentu — bukan untuk halaman UMKM.
Bagaimana kalau saya berhenti berlangganan perawatan?
Website Anda tetap milik Anda. Yang berhenti hanya layanan perpanjangan dan perawatan dari saya; berkas dan domainnya bisa Anda pindahkan ke penyedia mana pun. Saya memang mengerjakannya agar bisa ditinggalkan tanpa Anda tersandera.
Mulai Sekarang

Konsultasi gratis, tanpa biaya apa pun

Ceritakan bisnis Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menilai apakah website memang solusi yang Anda butuhkan saat ini — bila belum, kami akan menyampaikannya dengan jujur.