Properti & Hunian

Landing Page Agen Properti

Kisaran harga rumah dan tanah, lini masa dari lihat lokasi sampai balik nama di BPN, dan tanya listing ke WhatsApp.

Pratinjau sudah dapat dibuka

Contoh ini bisa Anda buka dan coba langsung, bukan gambar mati. Buka dari ponsel untuk melihat bagaimana tampilannya di layar kecil.

Buka Contoh Ini
Yang Menentukan

Yang dicari pembeli sebelum mau diajak survei

Pembeli properti menyaring dulu dari layar sebelum bersedia meluangkan hari untuk melihat langsung. Yang menentukan mereka lanjut atau tidak: harga, lokasi, dan status legalnya — ketiganya harus ada tanpa perlu bertanya.

1

Harga ditulis, bukan “hubungi kami”

Menyembunyikan harga dianggap cara memancing percakapan, padahal yang terjadi kebanyakan orang menutup halaman. Pembeli properti punya anggaran yang sudah tetap, dan mereka menyaring dengan angka. Yang tersaring keluar memang bukan pembeli Anda.

2

Status legal disebutkan apa adanya

SHM, HGB, atau girik — sebutkan yang sebenarnya. Ini pertanyaan yang pasti muncul, dan menyembunyikannya cuma menunda kekecewaan sampai tahap yang lebih mahal untuk kedua pihak. Kalau statusnya sedang diurus, tulis begitu.

3

Foto tiap ruangan, termasuk yang tidak sempurna

Pembeli yang datang survei setelah melihat foto lengkap datang dengan harapan yang tepat. Foto yang terlalu dipilih-pilih menghasilkan survei yang berakhir kecewa, dan itu memboroskan waktu Anda sendiri.

4

Jarak ke yang benar-benar dipakai sehari-hari

Bukan “lokasi strategis”, tapi berapa menit ke sekolah, pasar, dan jalan utama. Ini yang dipakai keluarga memutuskan, dan hampir selalu ditulis terlalu umum oleh kebanyakan iklan properti.

Isi Contohnya

Yang ada di dalam contoh ini

Bukan gambar mati. Semua yang tertulis di bawah bisa Anda buka, tekan, dan coba sendiri dari ponsel — termasuk tombol WhatsApp-nya.

Buka Contohnya
  • Daftar listing beserta harga dan statusnya
  • Galeri foto tiap unit yang bisa digeser
  • Saringan jual atau sewa dan kisaran harga
  • Jarak ke fasilitas dalam satuan menit
  • Alur dari melihat sampai serah terima kunci
  • Tanya jawab tentang KPR, biaya balik nama, dan nego
  • Tombol WhatsApp berisi nama unit yang ditanyakan
Tanya Jawab

Yang biasanya ditanyakan pemilik agen properti

Pertanyaan di bawah ini yang paling sering masuk lewat WhatsApp sebelum orang memutuskan. Jawabannya apa adanya, termasuk ketika jawabannya “tidak bisa”.

Listing saya berubah tiap minggu, repot tidak?
Untuk perubahan sesering itu, paket dengan panel admin lebih tepat supaya Anda bisa menambah dan menurunkan listing sendiri. Halaman statis cocok kalau listing Anda relatif tetap, atau kalau halaman dipakai untuk satu proyek perumahan.
Bagaimana menampilkan properti yang sudah terjual?
Tandai terjual dan biarkan tetap terlihat, jangan langsung dihapus. Deretan properti terjual adalah bukti rekam jejak yang paling murah dan paling dipercaya pembeli baru.
Boleh menyebut nama pemilik atau alamat lengkap?
Sebaiknya tidak. Cukup nama kompleks atau kelurahan, alamat rincinya diberikan saat calon pembeli sudah serius. Ini melindungi pemilik rumah yang masih menempati propertinya.
Saya agen yang bergabung di kantor besar, boleh punya halaman sendiri?
Boleh, dan biasanya justru berguna karena calon pembeli mencari orangnya, bukan kantornya. Pastikan saja tidak melanggar perjanjian keagenan Anda soal pemakaian merek dan listing kantor — itu hal pertama yang saya tanyakan sebelum mengerjakan.
Mulai Sekarang

Konsultasi gratis, tanpa biaya apa pun

Ceritakan bisnis Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menilai apakah website memang solusi yang Anda butuhkan saat ini — bila belum, kami akan menyampaikannya dengan jujur.