Batik tulis tidak bisa dipercepat. Lilinnya digoreskan sehelai demi sehelai, dicelup, dijemur, lalu diulang untuk tiap warna. Kalau ada yang menawarkan batik tulis jadi dalam tiga hari, yang dijual bukan batik tulis.

Selisih harganya bukan soal kualitas kain, tapi soal berapa lama tangan manusia bekerja di atasnya. Kami sebutkan jenisnya apa adanya di label tiap kain.
Dicap tangan, 2–3 hari
Digores canting, 14–21 hari
Cap dan tulis, 7–10 hari
Kain katun baru masih berlapis kanji pabrik yang menolak lilin dan warna. Kain direndam, dicuci, lalu dimordan dengan tawas supaya warna alaminya nanti mau mengikat. Langkah ini sering dilewati produsen cepat, dan itu sebabnya warnanya luntur di cucian pertama.
Pembatik menggores lilin panas mengikuti pola, sehelai demi sehelai. Satu kain dua meter dengan isen rapat memakan tujuh sampai sepuluh hari kerja. Bagian yang tertutup lilin inilah yang nanti tetap berwarna kain aslinya.
Kain dicelup ke larutan pewarna alam — kulit kayu tingi untuk cokelat, indigo untuk biru, kulit jalawe untuk kuning. Tiap warna butuh lima sampai delapan kali celup dan jemur supaya pekat, dan tidak bisa dipercepat dengan memanaskan.
Bagian yang sudah berwarna ditutup lilin, lalu kain dicelup warna berikutnya. Inilah yang membuat batik punya lebih dari dua warna, dan tiap tambahan warna menambah tiga sampai empat hari.
Kain direbus supaya seluruh lilinnya lepas, lalu dibilas dan dijemur di tempat teduh. Dijemur di bawah matahari langsung akan memudarkan warna alaminya, dan itu kesalahan yang paling sering terjadi di rumah pemakainya nanti.

Batik cap dan batik tulis dijual dengan selisih harga berlipat, dan bedanya sulit dilihat orang awam. Cara paling mudah: lihat sisi belakang kain. Pada batik tulis, warnanya hampir sama pekat di kedua sisi. Kami tunjukkan itu di toko, untuk tiap kain.

Warna dari kulit kayu berubah sedikit tiap batch karena bahan alaminya tidak pernah identik. Dua kain dengan motif sama bisa berbeda tipis kecokelatannya. Itu bukan cacat produksi — kain yang warnanya persis sama selalu berasal dari pewarna sintetis.

Tiap kain tulis disertai kartu berisi nama pembatik dan berapa hari ia mengerjakannya. Sepuluh perempuan di dusun sebelah bekerja untuk kami dan dibayar per kain, bukan per hari — dan angkanya kami sebutkan kalau Anda menanyakannya.
Ini penyebab paling umum. Pewarna alam pudar cepat kena sinar langsung. Jemur terbalik di tempat teduh yang berangin — kainnya tetap kering, warnanya tidak hilang.
Deterjen mengandung pemutih optik yang menyerang warna alami. Cuci dengan lerak atau sampo bayi, kucek pelan dengan tangan, dan jangan direndam lebih dari sepuluh menit.
Panas langsung membuat lilin sisa meleleh dan warnanya mengilap tidak rata. Setrika dari sisi belakang, atau lapisi dengan kain tipis di atasnya.
Lipatan yang ditekan berbulan-bulan meninggalkan garis putih permanen. Gulung kainnya pada pipa kertas, atau gantung — dan beri merica butiran, bukan kapur barus, supaya tidak berbau.
Saya pesan seragam kantor 40 potong. Yang saya suka, mereka bilang di depan bahwa itu batik cap, bukan tulis — padahal bisa saja diam dan saya tidak akan tahu.
Bu Retno — koperasi karyawan, MagelangKain tulis pesanan saya telat empat hari dari perkiraan. Mereka kabari duluan sebelum saya tanya, lengkap dengan alasannya. Itu sudah cukup buat saya.
Pak Slamet — MuntilanDapat kartu berisi nama pembatiknya dan berapa hari dikerjakan. Baru kali ini saya beli batik dan tahu siapa yang membuatnya.
Ratih — YogyakartaBalik kainnya. Pada batik tulis, warna di sisi belakang hampir sama pekat dengan sisi depan, karena lilinnya menembus kain. Pada batik cap, sisi belakangnya jelas lebih pucat. Kalau motifnya berulang persis sama tanpa satu pun goresan yang berbeda, itu batik cetak mesin — dan itu bukan batik menurut definisi mana pun.
Karena pewarnanya dari kulit kayu, dan kulit kayu tidak pernah identik antar panen. Selisih tipis itu justru penanda pewarna alam. Kalau Anda memerlukan warna yang benar-benar seragam — misalnya untuk seragam kantor besar — kami sarankan pewarna sintetis, dan itu kami sebutkan di depan.
Sedikit luntur di cucian pertama memang wajar untuk pewarna alam, dan berhenti setelah dua sampai tiga kali cuci. Yang tidak wajar adalah air cuciannya berwarna pekat terus-menerus — itu tandanya kain tidak dimordan dengan benar sebelum dicelup. Bawa kembali kalau itu yang terjadi pada kain kami.
Bisa, mulai Rp1.200.000 untuk kain dua meter. Kirimkan gambaran atau contoh motifnya, kami buatkan pola di kertas dulu untuk Anda setujui sebelum digores ke kain. Untuk motif yang mengandung logo atau nama, biasanya perlu satu putaran perbaikan pola, jadi siapkan waktu sekitar tiga minggu.
Untuk dua puluh sampai lima puluh potong batik cap, sepuluh sampai empat belas hari. Yang menentukan bukan jumlahnya, tapi berapa kali kainnya harus dicelup untuk mendapat warna yang Anda mau. Kami kirimkan contoh kain kecil untuk disetujui sebelum seluruhnya dikerjakan.
Melayani, ke seluruh Indonesia. Kain dikirim digulung dalam pipa kertas, bukan dilipat, supaya tidak berbekas. Untuk kain tulis di atas satu juta rupiah kami sertakan asuransi pengiriman tanpa biaya tambahan.
Batik sulit dinilai dari foto — yang membedakan justru terasa di tangan dan terlihat di sisi belakangnya. Kalau tidak sempat datang, sebutkan keperluannya lewat WhatsApp dan kami kirimkan foto sisi depan dan belakang kainnya. Ini contoh desain. Versi untuk usaha Anda bisa dibuat dengan isi, warna, dan foto sendiri.